
Dokter Gigi Undip: Jaga Kesehatan Gigi, Jangan Sampai Menyesal
KOMPAS.com – Beberapa tahun belakangan ini, kesadaran masyarakat untuk memperbaiki masalah kesehatan gigi semakin meningkat. Bukan lagi bagaimana mengatasi lubang gigi atau keluhan lainnya, tapi sudah masuk dalam masalah estetika atau kecantikan gigi. Seperti penggunaan kawat gigi dan gigi tiruan.
Gigi tiruan merupakan alat bantu untuk menggantikan gigi yang hilang dan jaringan gusi di sekelilingnya. Penggunaan gigi tiruan dapat mengatasi keluhan yang muncul akibat gigi hilang, seperti gangguan makan dan berbicara, serta menurunnya rasa percaya diri.
“Akhir-akhir ini banyak sekali anak muda yang menggunakan kawat gigi, terlalu dipaksakan tetapi bukan pada tempatnya,” ucap Dokter Gigi Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Universitas Diponegoro, Bintoro Kardinoto, melansir laman Undip, Senin (30/8/2021).
Dia mengaku, kawat gigi bisa mengoreksi kelaian yang awalnya hanya tampak secara garis kecil saja. Dilemanya sekarang, anak-anak muda salah tempat untuk memasang kawat gigi, bukannya pergi ke dokter gigi, tapi ketempat yang salah. Fungsi kawat gigi, sebut dia, untuk merapikan gigi dan mengoreksi. Gigi itu jumlahnya banyak dan susunannya harus harmonis. Oklusi gigi juga harmonis.
“Keharmonisan itu, dapat menjaga kesehatan dalam tubuh juga. Jika oklusi bagus otomatis pengunyahan semakin bagus, pencernaan menjadi semakin optimal,” tutur dia.
Terkait masalah pembedahan jika ada kelainan pada gigi, dia menyebut, pembedahan itu ada standarnya, jadi tidak bisa langsung dibedah. Baca juga: Undip Berikan Beasiswa bagi Mahasiswa dari Keluarga Nelayan
“Jadi dilihat dari awal ada indikasi tertentu, misalnya tulangnya terlalu maju, baru kemudian dilakukan perawatan kawat gigi. Jika tidak maksimal, baru perawatan dengan pembedahan. Jadi tidak semata-mata rahangnya maju lantas dilakukan pembedahan tetapi ada kriteria dan prosedurnya,” tegas dia.
Cara pembersihan gigi Lanjut dia mengatakan, pembersihan gigi secara baik adalah dengan cara menyikat gigi minimal dua kali sehari.
“Bangun pagi, habis sarapan baru gosok gigi, kemudian sebelum tidur jangan lupa menggosok gigi,” ungkap dia.
Sikat gigi yang baik adalah dengan menyikat hingga sela-sela. Untuk itu memilih sikat gigi yang memiliki kepalanya kecil dan bulunya lentur atau halus, otomatis bisa menjangkau sampai kebelakang.
“Jadi disarankan untuk menggunakan sikat gigi yang kecil dan jangan terlalu lebar atau besar,” ujarnya.
Di pandemi Covid-19 ini, dia menegaskan, jangan menjadi alasan untuk tidak menjaga kesehatan gigi dan mulut. Karena, kesehatan gigi dan mulut itu penting untuk kesehatan bersama dan diri sendiri.
Semakin gigi bagus dan dirawat, maka kualitas hidup akan semakin bertambah. Pastinya di masa mendatang gigi akan lebih tampil estetik. Jadi masa muda harus merawat kesehatan gigi. Sehingga masa tua akan memperoleh gigi yang tetap tampil baik.
“Kalau kita tidak rawat dari sekarang, masa depannya nanti kita tidak akan tahu. Jadi kita harus rajin merawat gigi saat ini, jagalah kesehatan gigi dan mulut dari sekarang agar masa depannya tidak menyesal,” tukas dia.

